Danau yang Terancam Punah // Photo story by Angger Bondan


“Wahyu Kliyu! Wahyu Kliyu!”teriak serombongan warga laki-laki sembari melemparkan satu persatu potongan apem ke tengah arena ritual.
Malam itu suasana dusun Dusun Kendal, Jatipuro, Karanganyar, Jawa Tengah ramai oleh hiruk pikuk di rumah seorang tokoh masyarakat setempat.
Pada hari biasa, dusun itu hanyalah bagian dari sebuah wilayah sepi di kaki selatan Gunung Lawu. Letaknya yang jauh dan akses jalan yang rusak serta minim penerangan membuat orang luar enggan berkunjung ke sana.
Namun suasana berbeda akan terasa pada malam ke 15 bulan Sura, penanggalan Jawa. Tiap tahunnya, warga Dusun Kendal melaksanakan Upacara Adat “Wahyu Kliyu”. Keramaian terjadi sejak siang hari dan mencapai puncaknya pada sekitar tengah malam, saat ritual melempar apem berlangsung.
Ada legenda lokal yang meyakini tradisi ini merupakan solusi atas musim paceklik dan bencana yang melanda dusun Kendal ratusan tahun lalu. Pernah suatu ketika warga desa lalai untuk melaksanakan upacara ini, dan paceklik pun terjadi.
Istilah “Wahyu Kliyu” sendiri juga diyakini berasal dari ucapan dzikir “Yaa Hayyu Ya Qayyuum” yang artinya permohonan keselamatan kepada Tuhan. Dan kemudian tradisi ini diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya di mana tidak ada yang berani melanggarnya.
Jaman sudah berganti, kebudayaan juga telah berkembang. Namun hanya hingga saat ini kearifan lokal ini masih dipercaya mampu menjawab tantangan kehidupan alam tandus di Jatipuro. Dan yang pasti masyarakat tetap setia dengan apa yang menjadi peninggalan nenek moyang mereka.
(Foto dan Teks: Andika Betha Adhikrisna/11)

Perayaan Tri Suci Waisak 2553 BE yang berlangsung di komplek Candi Mendut dan Candi Borobudur pada 7-9 Mei lalu masih begitu segar diingatan kita. Sebuah perayaan Hari Besar bagi penganut agam Budha berlangsung begitu megah dan menjadi salah satu simbol kerukunan berbagai umat beragama. Demikian pula dengan Upacara Tawur Kasanga yang dilaksanakan di komplek Candi Prambanan dalam perayaan Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu.
Masih banyak pula keagungan Tuhan sebagai Yang Maha Besar bagi semesta alam yang luput dari perhatian kita. Galeri Foto of The Month dengan tema "Manusia Religius" kali ini mencoba menampilkan berbagai cara manusia dalam usaha menjadi hamba-Nya yang terekam oleh kamera.
Kini, cobalah masuk kedalam dan menghayatinya. Apakah kita sebagai makhluk ciptaan-Nya telah benar-benar menjadi sosok yang riligius? ataukah kita hanya sebatas manusia yang hidup tanpa mengenali siapa Sang Maha Besar sesungguhnya?
Teks: Aditya Wisnu Wicaksana

Judul : Detik-detik Waisak
Karya : Maulana Surya Tri Utama








Prajurit keraton, seperti prajurit Panyutra, Jayengastro maupun yang lainnya membuka jalan bagi prosesi gunungan ini. Mereka mengenakan seragam dan atribut aneka warna dan membawa senjata tombak, keris, serta senapan kuno.
Teks: Herka Yanis Pangaribowo














|
|
Maulid///by FFC
Upacara Adat Wahyu Kliyu // Photo Story by Andika Betha Adhikrisna
THE THREE STAGES: Tiga Tahap Penciptaan Fotografi /// by: Andika Betha Adhikrisna
Enormousight : melihat sesuatu secara lebih luas dan lebih menyeluruh
Danau yang Terancam Punah // Photo story by Angger Bondan
Berebut Sebaran Apem “Yaa-Qawiyyu” // Photo Story by Herka Yanis Pangaribowo
POTRET 92 PULAU TERLUAR INDONESIA
Merekam dengan Pinhole Kamera
Dokumentasi Sipa 2013
